Showing posts with label musik. Show all posts
Showing posts with label musik. Show all posts

Thursday, May 24, 2012

I'm Jealous and I'll Kill Her

Beberapa waktu terakhir saya sedang senang mendengarkan lagu ini, agak telat sebetulnya, karena lagunya sendiri populer sekitar empat atau lima tahunan yang lalu.

Judul lagunya I'll Kill Her, yang nyanyi Soko, penyanyi muda asal Perancis. Seperti biasa, setelah suka, saya pasti menyimak liriknya dan diam-diam saya merasa terganggu sekaligus merasa lucu.

Ini penggalan liriknya.  

so, of course, you were supposed to call me tonight
you were supposed to call me tonight
we would have gone to the cinema
and, after, to the restaurant, the one you like in your street

we would have slept together, have a nice breakfast together
and then a walk in a park together, how beautiful it was!
you would have said "i love you" in the cutest place on earth
where some little boys are dancing with the fairies

i would have waited like a week or two
but you never tried to reach me
no, you never called me back
you were dating that bleach-blonde girl
if i find her, i swear, i swear...

i'll kill her, i'll kill her
she stole my future, she broke my dream
i'll kill her, i'll kill her
she stole my future when she took you away


Siapa sih yang tidak pernah jadi remaja ? Bicara tentang rasa suka dan rasa cemburu, tentang betapa menderitanya ketika putus cinta atau betapa senangnya punya seseorang. Nah, tapi di sini, di lagu ini saya tidak bisa menemukan apa hubungan antara lirik lagu ini dengan situasi yang amat sangat penting yang patut dicemburui sampai mengancam membunuh.

Cowoknya siapa ? Pacar atau bukan ? Perempuannya siapa ? Rasanya terbayang situasi lagi jalan-jalan terus ketemu dan baru kenalan, baru tukeran nomer telepon lalu berpisah, lalu yang dikasih nomer telepon tidak merespon alias tidak menelepon dan keluarlah semua fantasi itu. Membayangkan yang baru ditemui jalan sama orang lain, terus membayangkan dia berkencan dengan perempuan lain dan membayangkan akan membunuh perempuan itu. Duh!

Gara-gara lagunya Soko, saya jadi ingat masa remaja saya, jaman sekolah, punya seorang teman perempuan yang punya pacar dan dia diputusin pacarnya karena sang pacar punya gandengan baru. Berhari-hari dia memutar lagu yang sama, judulnya I'm Jealous, yang nyanyi Divinyls.

Potongan liriknya begini:  

You got a new girlfriend But I still love you
I can't stand the thought of her Having a piece of you

What she got that I don't What se do that i won't
You must be blind Take a good look at her
She's not your kind
I don't' know what I'd do If I saw her with you

I'm Jealous, I'm Jealous, I'm Jealous out of my mind

I come around and see you Cause I want to remind you
But what if she's there How would I find you
You've got a new baby But I want you back again
I'm liable to do anything I might kick her face in

What she got that I don't What se do that i won't
You must be blind Take a good look at her
She's not your kind I don't' know what I'd do
If I saw her with you


Disini saya berdiskusi dengan partner saya. Kesimpulan kita selama sekian tahun ini pergeseran budaya dan apa yang dialami masa kecil sampai remaja tampaknya mengalami lompatan yang cukup besar.

Saking besarnya sampai ya itu tadi, kalau lagu memang disebut mewakili generasi, betapa mudahnya semua orang di generasi ini mengumpat dan mengancam, menyatakan perasaan tanpa pikir panjang, membayangkan semua yang terjadi tanpa mengingat banyak faktor diluar 'keberuntungan' dan 'proses'.

Lihat bedanya lirik lagu yang jelaous sama i'll kill her. Lagu yang kedua, ancaman paling jauhnya nendang muka itupun kalau sanggup ketemu. Lagu yang pertama, ketemu saja belum tentu, sudah mengancam membunuh.

Ah, saya tidak bisa membayangkan nanti, ketika anak perempuan saya remaja, jenis lagu apa yang akan mewakili generasinya dia ? Jarak sepuluh tahun dari lagu pertama ke lagu kedua saja menciptakan generasi yang sangat jauh berbeda, bagaimana jika ditambah sepuluh tahun lagi ?

Silakan didengar sendiri lagunya Soko, sayangnya, saya tidak menemukan video klip resminya.



ini lagunya Divinyls

Saturday, April 07, 2012

Catatan Kecil dari Sebuah Album Berjudul Gemuruh Musik Pertiwi

Kalau ada yang bilang bahwa menulis itu susahnya pada saat pertama memilih kata untuk memulai maka saya mengalaminya saat ini. Entah sudah berapa kata bahkan paragraf yang saya tulis kemudian saya hapus kembali.

Masalahnya, saya sulit memposisikan diri saya sebagai siapa.
Sebagai fans yang tergila-gila pada rilisan baru band idola, saya juga punya tanggung jawab untuk tidak menyeret opini yang membaca tulisan saya sebagai media propaganda untuk meningkatkan penjualan album yang secara tidak kebetulan sampai saat ini baru di jual di tempat saya bekerja, omuniuum.

Sebagai penjual yang harus objektif alias adil berimbang pada setiap rilisan yang masuk ke tempat kerja saya juga sulit karena saya tidak bisa membendung keinginan saya untuk menuliskan bahwa album ini adalah salah satu album yang buat saya masuk kategori bagus dan enak didengar (!!!).

Saya tidak malu mengakui bahwa saya adalah salah satu orang yang telat mendengarkan Komunal. Satu-satunya penanda saya tahu nama Komunal adalah bertahun-tahun yang lalu saya bertemu dengan merchandise mereka di sebuah distro berupa patches dengan design gambar muka personil dan tulisan pasukan perang dari rawa.

Sampai kemudian bertemulah saya dengan orang yang bertanggung jawab atas distribusi merchandise Komunal yang tak lain dan tak bukan adalah vokalis dari band pasukan perang dari rawa ini. Masuklah merchandise mereka ke tempat saya bekerja. Setelah itu tanpa sengaja, saya menonton mereka manggung di sebuah pesta meriah perkawinan teman saya.

Oh, begitu toh gaya mereka manggung, saya suka. Setelah itu menonton mereka manggung sebisa mungkin lalu bertemu dengan fisik dari album Hitam Semesta dan itu terjadi dalam waktu kurang dari empat tahun. Jadi saya tidak mengalami kemarahan album pertama mereka Panorama dan terlambat mengalami gelapnya Hitam Semesta. Saya benar-benar bertemu dengan mereka di masa yang lebih tenang dan menyenangkan, Gemuruh Musik Pertiwi.




Saya ingat pertama kali saya melihat mereka membawakan single pertama yang juga menjadi track pertama dan didapuk jadi judul album mereka, GMP. Bandung berisik 2011. Disini uang dan politik tak ada artinya. Lirik yang maknanya menggambarkan carut marutnya negara, dibawakan dengan gaya yang nyeleneh dari vokalisnya, suara gitar yang penuh distorsi, yang begitu pertama kali dibawakan langsung membuat yang mendengar hapal dan digumamkan dalam perjalanan pulang.


Untuk membahas GMP dari segi musiknya, kelemahan saya dari dulu adalah saya buta nada. Tidak bisa nyanyi, tidak bisa mengenali nada sumbang, tidak bisa membedakan mana gitar ini mana gitar itu, tidak tahu banyak soal hal-hal teknis bermusik, susah hapal nama personil, banyak kebodohan saya dalam soal itu. Tapi saya suka mendengarkan musik yang menurut kuping saya enak. Begitu menurut kuping bodoh saya musiknya enak, hal yang kedua saya cari adalah lirik lagu. GMP buat saya punya keduanya.

Simak saja lirik dari lagu Rock Petir
ini musik kami/berkumandang liar megah/mewarnai hidup/takkan pernah terbeli/keyakinan ini/bagai cinta yang abadi/membangun pusara/hingga dibawa mati/dalam nada bagaikan besi/simbol perlawanan atas nama seni

atau lirik dari Lagu Berani
walaupun kami kalah kami takkan pernah menyerah/semua takkan terduga/ganas cerita malam penghias layar kaca/kuatkah kau menatapnya?/setan tertawa berpesta pora/kami tak berhenti/kami takkan berhenti/dendangkan lagu ini

dan lagu terakhir di Gemuruh Musik Pertiwi, Ngarbone yang didedikasikan untuk seorang sahabat yan telah "pergi" 
doa mengalir mengenang engkau/beri penghormatan untuk selamanya/dilain masa kita akan bertemu/pendidikan formal hanya pergaulan/semua telah digenggam/ini bukan mimpi jadi kenyataan/istirahat yang tenang

Liriknya sederhana, apa adanya, tapi kuat makna dan gampang diingat. Begitupun musiknya. Rasanya tidak sulit mencerna apa yang ditawarkan Komunal di album GMP ini. Ketika Komunal menegaskan dalam pers rilis mereka bahwa secara lirik GMP menceritakan betapa menyenangkan bermusik dalam sebuah institusi bernama Komunal, hal itu tertangkap dalam album ini. 37 menit 33 detik yang ditawarkan begitu singkat padat dan jelas. Kami main musik yang kami suka, silakan dengarkan.Tidak lebih, tidak kurang.

Itu juga yang tertangkap dari apa yang saya lihat dikerjakan oleh mereka selama ini. Dalam masa kurang dari empat tahun saya berkenalan dengan Komunal, saya bertemu satu persatu dengan anggota keluarga mereka. Sering ngobrol, bercerita, melihat mereka mengatur ini dan itu, melihat cara mereka hidup dan survive untuk melanjutkan keyakinan mereka terhadap sesuatu bernama "musik".

Dari mereka saya belajar benar-benar melihat bahwa setiap band punya cara sendiri untuk tetap berkumpul dan bekerja. Tidak bisa disama ratakan kondisi dan keadaannya. Di band ini caranya begitu belum tentu berhasil di band lain dan sebaliknya.

Saya jadi salah seorang yang tidak sabar menunggu ketika ada berita mereka akan rilis album. Saya juga jadi orang yang beruntung karena bisa mendengarkan lebih dulu dari yang lain dan mengalami gemuruhnya album ini saat rilis pada tanggal 3 April 2012. Bagaimana tidak gemuruh kalau hari itu tempat saya bekerja diserbu sekitar 200 sms, puluhan email dan entah berapa mention di twitter. Belum lagi yang mampir ke toko untuk membeli. 

Sebagai teman, saya bangga. Sebagai pendengar musik, daftarkan nama saya jadi salah satu fans mereka. Sebagai penjual, saya berseri-seri dan berterima kasih. Segan.

*****

* Komunal bisa diikuti di twitter: @komunal atau silakan like page facebooknya: Komunal Indonesia

Monday, December 14, 2009

catatan kecil menonton total chaos yang hampir chaos

saya tadinya ngga' niat nonton band ini, tiba-tiba aja jadi ingin ikut teman baik saya semenjak smu yang datang jauh-jauh dari bali untuk nonton mereka. pengen tau, seperti apa sih band punk yang asalnya dari amerika ini dan selalu tertarik aja dengan penampilan-penampilan anak-anak punk yang kalau lagi ada acara begini suka tiba-tiba rambutnya setinggi-tinggi bulu-bulu burung merak kalo lagi mekar, belum lagi dandanan lain yang cuma dipunyai sama scene satu ini.
acaranya sendiri mulai dari siang, tapi kita baru nyampe ke saparua sekitar  jam 3 sore, didalam, tcukimay lagi main pas kita datang. nunggun beberapa teman lain dan a, b, c, d, e dulu termasuk siapa tau ada yang mau masukin dengan gratis tapi ternyata ngga' ada, jadi ya udah, saya dan satu teman lain beli tiket, kecuali teman saya yang dari bali itu karena dia udah titip duluan. harga tiketnya 125ribu. pas masuk, agak kaget juga karena ternyata lebih banyak orang yang diem di luar daripada yang ada di dalam lapangan saparua. maklum, lapangan saparua hari itu ditutup pagar seng yang tinggi, jadi kita emang ga bisa liat didalam kayak apa.


dandanan paling ajaib buat saya di hari itu

begitu masuk, ada band keparat lagi main. sempet denger dia bilang kalau dia bete sama harga yang terlalu tinggi yang dipasang untuk acara ini. saya dan sekumpulan teman-teman memilih diam di pinggir kiri panggung, ngga' berapa lama, total chaos langsung main. maaf kalau saya ngga' hapal banyak dari lagunya, cuma ikutan teriak oi oi oi, atau yah menikmati aja karena vokalisnya lumayan cakep, udah gitu suaranya oke juga, karena terbiasa denger suara vokalis punk lokal yang biasanya kedengeran agak ringan kalo ga dibilang cempreng.
sekitar setengah jam main, saya juga ga tau itungan lagunya, entah 5, 6 mungkin 10 lagu.
Tiba-tiba terdengar keriuhan dari arah belakang. begitu kita nengok, ternyata pagar pembatas belakang di jebol para calon penonton dari luar.


masuk!

disitu firasat saya mulai ngga' enak. benar saja, mc langsung naik lagi ke panggung dan mengumumkan kalau acara dihentikan. ketika mc sedang bicara, tiba-tiba dari total chaos terdengar ucapan kalau mereka minta membiarkan para penonton dari luar yang tidak punya tiket untuk masuk dan ikut menonton dan mereka masih bersedia bermain. akhirnya satu lagu dibawakan lagi, tapi kondisinya sudah tidak enak. pihak keamanan dan penonton tampak sudah mau perang.

ucapan terakhir yang saya dengar dari total chaos adalah permintaan maaf, "sorry guys, this is out of our control.". saya dan teman-teman saya berpandangan lalu kami memutuskan untuk pulang karena tiba-tiba langit menghitam dan tampak mau hujan deras. selagi jalan keluar, yang masuk karena masih penasaran juga masih ada.

sambil pulang kami membicarakan hal yang tadi terjadi. seandainya saja tiketnya lebih murah karena para penggemar total chaos atau yang disebut anak-anak punk memang kebanyakan bukan dari kalangan ekonomi yang cukup. seandainya saja panitia bersedia menurunkan harga tiket pada saat di venue karena cukup banyak yang bersedia membayar untuk masuk tapi tak bisa membayar penuh sebesar 125ribu. seandainya saja panitia lebih pandai membaca situasi. kasihan sama total chaos yang datang begitu jauh, kasihan sama penonton yang menunggu diluar dan ingin masuk. hitungan kasar sama semacam ada 300 atau 400 orang yang didalam dan diluar ada 1000 orang lebih yang ingin masuk.

ngga' nyalahin siapa-siapa untuk ini. saya juga bisa aja ngomel karena sudah membayar 125ribu untuk pertunjukan yang tidak selesai. saya cukup yakin panitia juga sudah berusaha semaksimal mungkin untuk mengusahakan agar konser berjalan dengan semestinya termasuk menghitung untung ruginya. tidak bisa juga menyalahkan aparat keamanan yang memang tugasnya begitu. tapi saya juga tidak bisa menyalahkan besarnya keinginan para anak-anak punk itu untuk nonton.

saya hanya bersyukur hari kemarin kita masih beruntung. tidak terjadi insiden apa-apa, tidak terjadi sesuatu yang bisa bikin konser musik di bandung kembali "tiarap". tapi semoga ini menjadi pembelajaran bagi siapapun yang ada disana. bagi penyelenggara konser untuk benar-benar melihat pangsa pasarnya siapa. kembali melihat alternatif untuk bisa memfasilitasi semua hal yang diandaikan bisa terjadi. tidak hanya satu skenario membatalkan semua hal jika terjadi penjebolan venue, tapi merundingkan dari awal dengan semuanya. dengan band-nya, dengan aparatnya, dengan penontonnya. karena tanpa itu semua bisa jadi insiden yang lebih besar kembali terjadi. karena semuanya adalah satu kesatuan. konser tidak ada penonton sama saja bohong. penonton ada konsernya tidak pernah ada juga ngga' seru. penonton dan konser ada tapi aparat keamanan ada juga sama aja ngga' bagus.

boit
sembari menarik nafas lega.

* wiken ini selain itu ada cerita dalem wangi, lalu malam harinya ketika van halen, led zep dan steelheart kembali berkumandang. aha. *

Saturday, November 21, 2009

catatan kecil dari launching balada joni dan susi

: ketika kembali ke 10 tahun yang lalu

kita adalah sepasang kekasih yang pertama bercinta di luar angkasa

seperti takkan pernah pulang
kau membias di udara dan terhempaskan cahaya
seperti takkan pernah pulang langkahmu menarilah jauh ke udara
[sepasang kekasih yang pertama bercinta diluar angkasa - melancholic bitch] *

mata saya berkaca-kaca saat frau [lani dan keyboardnya] dan ugoran menyanyikan lagu itu diiringi keyboard. merasa terlempar ke masa silam. masih terasa sampai sekarang, ketika sudah kembali kedepan komputer kesayangan saya, 388 kilometer jauhnya dari tempat mereka menyanyi kemarin, tanggal 19 november 2009.
lagu itu adalah pembuka dari konser launching album balada joni dan susi. setelah penonton bertepuk tangan, frau turun panggung, satu persatu personil band naik panggung, terdengarlah intro dari album balada joni dan susi. saya menarik nafas, menunggu pertunjukan macam apa yang mereka siapkan malam itu.

damn. entah saya memang kadung cinta atau mereka memang mainnya bagus bener, saya ngga' bisa membedakan. satu persatu lagu dari repertoar bjs bergantian mengisi ruang padepokan bagong kussudiarja malam itu. saya beserta beberapa teman dekat saya berkali-kali berteriak, melepaskan emosi, tertawa melihat kelakuan melancholic bitch, saling memaki antar kita sendiri atau memuji penampilan mereka malam itu. kelakuan agak nakal muncul ketika lagu distopia, diiringi silir, pesinden kua etnika, seluruh personil mengenakan kacamata hitam dan ugoran sebagai tambahan memakai syal ala penyanyi dangdut, pas benar dengan lagunya yang ditengahnya ada corak dangdut koplo. pada mars penyembah berhala, suara narasi ugoran ditengah lagu digantikan oleh dua orang berpakaian ala murid pesantren, bertopi haji, berbaju koko dan bersarung, berteriak-teriak. o, ya, mereka berdua juga muncul diawal sebelum pertunjukan mulai, yang satu membawa tape deck seperti mau dakwah tapi malah ngamen  lagu tentang cinta, yang satunya lagi bawa kotak kencleng seperti untuk sumbangan mesjid, berkeliling meminta uang pada penonton.

salah satu teman baik saya agak kesal ketika pada lagu nasihat yang baik, posisi ugoran digantikan oleh army dari crossbottom, tidak rela dia rupanya. saya sendiri menunggu noktah pada kerumunan yang paling saya sukai dari album bjs dan benarlah, saya sangat menyukainya. untuk noktah merah pada kerumunan, ada tambahan gitaris dari mock me not, oky gembuz. dan ditengah-tengah lagu, muncul pemain-pemain rebana, wow. tapi masalahnya, itu adalah lagu yang terakhir sebelum outro. setelah outro, lalu selesai.kami, saya dan teman-teman berpandangan satu sama lain. ini sudah selesai ? kok cuma sebentar ? lho kok. sempat berteriak-teriak minta tambahan lagu, tapi ngga' digubris. akhirnya penonton menyerah setelah digiring menuju diskusi yang penonton juga ngga' terlalu peduli dan akhirnya nyuekin. ada sih yang nanya, ngga' tau siapa, saya ngga' terlalu memperhatikan. soalnya saya dan teman saya sibuk mencari spidol, untuk minta tanda tangan pada masing-masing personil di sleeve cd yang kami dapatkan malam itu.    

berhasil. dapet tanda tangan ugoran si vokalis, yossy yang maen gitar, yennu yang megang synthesizer, aan yang maen drum, didit yang maen bas dan wiryo, yang kalau tidak salah main gitar juga. tulisan pesan pas nandatangan dari ugoran yang bikin kepala saya agak gatal minta digaruk. teman saya sih seneng-seneng aja, iyalah, "langit yang melukis" [eh, iya ya?].

saya sudah menulis tentang mereka dan albumnya kemarin di sini. nonton mereka malam itu secara langsung adalah bonusnya. agak gila sih, pergi pagi dari bandung, sampai jokja jam 5 sore, nonton mereka jam 8 malam, ngobrol dengan teman-teman yang dulu serumah di jokja sampai jam 1 malam, tidur jam 3 pagi lalu bangun lagi jam setengah 9 pagi dan berlari-lari ke stasiun ngejar kereta jam 9 untuk kembali ke bandung, itu hal yang biasa saya lakukan dulu sekali, ketika masih kuliah dan ongkos bolakbalik jokja ngga' nyampe dua ratus ribu naik kereta. malam itu saya menemui mereka kembali hampir secara utuh. seakan-akan menemui teman-teman masa kecil. begitu banyak yang terjadi, begitu banyak yang dialami, ada yang hilang, ada yang tetap bertahan, ada yang bertambah, banyak juga yang berkurang. siapa yang tau kalau ternyata 10 tahun kemudian, waktu mempertemukan kembali kita semua. di ruang yang berbeda, bungkus yang berbeda, dengan rasa sayang yang masih tetap ada disana.

thanks for the awesome show. ngga' nyangka, band yang katanya butut yang ngga' laku ini bisa nyampe 10 tahun dan masih punya penggemar setia, salah satunya saya.

lov,
boit 
ditulis dirumah. setelah akhirnya mandi. XD

: untuk ugoran, abe, dan bessy kita survive 10 tahun lagi ga ya ?
:
untuk felix dass, intan, nugie [welcome to the club, rasakan penderitaanku!]
:
untuk yang mau beli cdnya melancholic bitch balada joni dan susi, sampe hari minggu ini, ditunggu di kickfest, abis itu baru ada di omuniuum ciumbuleuit atau sms saya buat yang udah punya nomer hape saya. :p

Saturday, May 16, 2009

koil : hardrock : 14 mei 2008 : perjalanan yang menyenangkan




ngantuk. sakit badan. pegel.
tapi lumayan puas. perjalanan yang menyenangkan bersama barudak koil bandung, meski sempat menunggu lama di omuniuum, bukan hingga hujan reda tapi hingga mobil datang, meski penuh sesak, berangkat pas jam 6, kita tiba pada waktunya, masih sempat beli makanan untuk mengganjal perut dan pas zeke mulai main [tapi gue nontonnya lagu terakhir aja karena tiba-tiba harus menemani seorang kru mencari baterai alkaline jadi aja nyeberang ke pi, untung masih ada yang buka, aduh, luas banget sih itu mall]. sepanjang jalan ditemani berbungkus-bungkus keripik, ketegangan karena tiba-tiba ada obrolan harus secepatnya cari  pom bensin padahal itu baru aja lewat tol cipularang trus kita sempet say goodbye sama pom bensin yang terlewati di sebuah tempat peristirahatan karena jalannya kelewat, untung masih selamat sampai km 58 kalau ngga' salah, itu pom bensin yang banyak tempat makannya. belum lagi celetukan-celetukan tidak wajar semacam 'tawar aja' tiap kali mau masuk pintu tol, trus tiba-tiba setelah bayar masih aja ada yang nyeletuk, xon-cenya mana... jadul banget, curiga yang nyeletuk lebih tua dari gue. udah gitu saking noraknya sampe beneran fransis penunjuk arah membuat kita agak tersesat dan kita memutar lumayan jauh untuk sampe ex. semuanya cuma bisa teriak-teriak kiri, kanan, kiri, kanan, untung sang sopir tidak mogok karena marah dengan keributan yang ditimbulkan penumpangnya.

begitu nonton, zeke abis, trus melewati ronaldisko, mulailah koil diawali dengan seperti biasa setting panggung yang cukup lama trus kemunculan leon membagikan bunga, gue dapet mawar pink, tengkiyu le... :D. sesudah itu, mulailah koil bernyanyi 'hiburan ringan' dan mulailah moshing tak berkesudahan. berkali-kali nendang orang dan juga beradu badan karena ternyata crowd jakarta hobi sekali berdesak-desakan, entah karena posisi kita yang pas banget di arena yang paling rusuh atau mungkin karena kemunculan si bule rese pemecah gelas yang badug sana badug sini. setlist seperti biasa banyak yang lupa urutannya yang gue paling seneng 'hanya tinggal kita berdua' dan tetep jagoan 'lagu hujan' yang seruangan tiba-tiba di penuhi hujan potongan kertas dan glitter, indah tapi terlalu banyak jadi aja perang kertas. mungkin harusnya sesudah lagu hujan jadi nyanyikan lagu perang karena gue juga sempet sibuk meraup potongan kertas untuk membalas melemparkan kertas ke muka orang yang lempar potongan kertas-kertas itu ke gue. sisanya, tak ada yang lebih menyenangkan daripada bersama teman-teman bernyanyi bersama, berteriak bersama.
seneng ketemu banyak muka-muka sahabat yang sudah lama tidak ditemui juga bertemu muka-muka baru yang selama ini kenal cuma via multiply dan YM.

gue ngga' ikut pulang sama barudak yang barengan pergi karena mau ikut suami, cuma titip pesan hati-hati dan jangan lupa sms kalo udah sampe, habis itu nyamperin lagi kedalem dan terjadi session foto bersama yang banyak cuma bukan pake kamera sendiri karena habis baterai.

aduh, ini nulis juga banyak kelewat detailnya karena ngantuk, baru tidur sebentar tadi siang karena banyak kerjaan, gue & si mas memilih untuk pulang pagi-pagi ke bandung, setelah sebelumnya mencicipi sarapan internasional ala hotel bintang lima, yuk, enak banget, segala ada mulai dari bubur, nasi goreng, croissant, jus, buah-buahan, yogurt, salad, telur goreng, roti dan teman-temannya, meninggalkan delly yang masih tidur, diketok-ketok di kamar leon dan hapenya mati pula pas di telepon, aduh, maap bro, serius banyak kerjaan dan inget sama si bunga.
jadi besok foto-foto menyusul yes.
tidur dulu.

* untuk yang keliwat katanya denger dari sang vokalis, akan ada pertunjukan lagi di ultahnya pemilik fame nanti entah tanggalnya gue belum tau, yuk, rame-rame nyanyi dan moshing lagi.
* dan terimakasih untuk barudak koil bandung yang brengsek, maneh emang garelo. :D
* dan congratulation buat si masku jowoedan, akhirnya bisa juga gambar-gambar itu terpampang di layar visual plus tivi [40biji pula.. yukmawreee]...

Tuesday, February 12, 2008

: catatan kecil 9 februari :

Maybe
Collective Soul
The sky now divides
To bring you back into the fold
Welcome home
Still my need to recognize
Any comfort you may show
Only grows
Guess I'll learn to accommodate
While my heart just sits and waits
Maybe God you found
Maybe is all that you can offer now

Where am I to take refuge
When the storms of pain release
Shelter me
This blessedness of life
Sometimes brings me to my knees
I call on thee
I have not the words to write
A Farewell to you tonight
Maybe God you found
Maybe is all that you can offer now

I know hearts are weeping
While your voice is now singing
On high, angel on high

semua sudah terjadi. tak ada sesuatupun yang bisa membawa kembali nyawa yang hilang, yang kemudian tersisa hanya penyesalan, hanya pertanyaan, bisakah yang ditinggalkan belajar dari kesalahan ?
dari berbagai tulisan, opini, pendapat, berita, yang ada cuma saling menyalahkan. aparat yang salah, panitia yang salah, penonton yang salah. sebagian besar juga cuma bisa mengutuk dan marah-marah tanpa sebetulnya tau apa yang terjadi karena memang tidak berada di tempat saat kejadian. sebagian media nasional juga berubah-ubah beritanya tanpa mau melihat kenyataan yang sebenarnya. tanpa mau melihat hal yang paling mendasar, bahwa pada kenyataannya, semua hal kemudian harus dibuat salurannya, harus dididik tanpa prasangka, harus diajar dengan kadar kelembutan dan kadang ketegasan yang lebih.
siapa orang tua yang tidak panik melihat anaknya berbaju hitam-hitam, kerjaan nangkring bareng teman-temannya, kadang ditemani berbotol-botol bir atau minuman keras, juga musik yang keras menghentak ? siapa anak yang mau dilarang bergaul dengan teman-temannya sendiri ? siapa anak yang mau diatur harus begini harus begitu ? siapa yang mau ?
ngga' ada. maka kemudian dari dulu, selalu terjadi hal seperti ini. keributan antar generasi, hubungan yang terus menerus terbangun diatas prasangka. padahal semuanya sederhana. yang satu menginginkan kebebasan, yang satu mengharapkan masa depan yang cerah dengan cara yang menurutnya lebih baik.
10 orang hilang nyawanya. kebetulan saja, diantara 10 itu bukan teman gw sendiri, juga bukan kerabat atau salah satu saudara. gw mengenal namanya dari koran, berita televisi, cerita teman. coba bayangkan kalau yang meninggal itu sodara, teman yang dekat atau mungkin anak kita sendiri ? mungkin gw ada di jajaran yang menangis paling keras dan memutuskan seumur hidup ngga' akan pernah datang lagi ke konser musik underground, kapanpun, dimanapun.
kenyataan bahwa bandung sebagai kota yang penuh dengan anak muda yang butuh tempat, butuh banyak saluran untuk menyalurkan kreatifitas, itu benar, nyata. dulu sempat ada, saparua namanya. tapi kemudian sejarahnya kenapa saparua ditutup dan tidak diperbolehkan dipakai, gw ngga' tau kenapa. gw baru baca tadi pagi disalah satu koran lokal bandung bahwa pengelola saparua sebetulnya menyerah pada kenyataan bahwa gedung yang dikelola ketika masih banyak dipakai untuk konser musik underground, lebih banyak menuai kerusakan secara fisik daripada keuntungan yang didapat, bahwa aparat dan kepolisian juga sudah lelah menjaga energi yang lebih dari anak-anak muda ini. siapa juga yang mau gedung yang dikelolanya kemudian dipenuhi sampah botol-botol bekas minuman keras ? siapa juga yang mau kaca-kaca gedung yang dikelola selalu pecah dan pintu selalu jebol ? siapa juga yang mau kalo ada bekas lintingan ganja bertebaran di dalam gedungnya ?
kalau misalnya tiba-tiba ada seseorang yang memberikan gedung beserta tanah kosong untuk semua ini, bisa ngga' kita ngejaga itu semua ? bisa ngga', kita menjamin bahwa peristiwa 9 februari ini kemudian tidak akan terjadi kembali ? salling menyalahkan, saling tuding, saling tarik menarik kepentingan, semua paling bisa bicara. tapi ngga' ada diantara kita yang betul-betul maju kedepan dan berteriak paling keras tentang tanggung jawab, tentang minimnya pengetahuan tentang keamanan konser, tentang prosedur keamanan jika terjadi chaos. semua sibuk ketika sudah terjadi sesuatu, ketika nyawa sudah hilang, ketika nama sudah tercoreng.
ngga' ada yang mau ini semua terjadi, tidak ada seorangpun, ngga' ada yang mau menjemput maut ketika nonton konser juga dipenjara karena jadi panitia. tapi mungkin, ini memang terjadi untuk kita semua. untuk kembali ke awal, kembali bahkan jauh sebelum tahun 90-an. untuk kembali bergerilya memperoleh kepercayaan, bergerilya untuk kembali membangun semua hal yang telah diraih sebelum tanggal 9 februari. tinggal caranya kemudian, terpulang pada cara apa yang kita percaya.

--- rumah, 12 februari 2008 --

berduka untuk semuanya.

Wednesday, July 25, 2007

: ayo, download lagu koil yang baru ! :

klik gambar dibawah ini untuk mendownload lagu dari mini album koil yang baru,



yuk download yuk!

Monday, July 16, 2007

: tak jadi nonton seringai, burgerkill pun keren :

jauh hari, sebetulnya rencana pengen nonton seringai di sabuga karena cukup jarang juga gw menyaksikan mereka secara live, apalagi akhir-akhir ini gw jarang banget dateng ke acara-acara konser apapun karena entah kenapa selalu aja jadwalnya ngga' pernah klik dengan kesibukan gw yang tak seberapa.
eh, ternyata malam itu gw juga harus menunggu beberapa orang yang mau datang ke omuniuum. salah satunya, datang sebelum jam 9, tapi yang satunya lagi, malah baru muncul jam setengah sepuluh malam. gw dah mulai bete, 'jangan-jangan ngga' jadi lagi nih gw pergi nonton konser.'jam 10.09 malem, akhirnya sms salah satu teman yang kemarin bilang mau nonton salah satu acara [seringai di sabuga, burgerkill di dago tea house], ternyata dia di sabuga, pas gw tanya siapa yang lagi maen, jawabannya begini,
"lagi jaga toko neh?? tetap semangat!! sekarang yang maen serungai uuppss, seringai ding, last band. yawdah kesini aja mbak"
runtuhlah semangat gw saat itu juga. gw bales dia, kalau gw ogah pergi, karena begitu sampai di sabuga trus pasti gw cuma kebagian bubaran penonton. tapi karena udah terlanjur bersemangat nonton, apapun juga, isenglah gw telepon temen gw yang satu lagi, yang sedang nonton acara di dago teahouse, ternyata yang lagi main disana adalah band terakhir sebelum burgerkill.
tanpa pikir panjang, akhirnya gw pergi berdua sama temen jaga gw kesana naik motor dan nyampe sana, BK udah tengah-tengah main, tadinya mau nonton dari depan, akhirnya temen gw yang dulu adalah salah satu groupiesnya BK, ngajak ke belakang masuk lewat backstage dan diperbolehkan.
dan wow. yang nonton ngga terlalu banyak, ngga' membludak, tapi cukup penuh dan massanya meski agak rusuh tapi keren abis. gw langsung ngebayangin kalo mereka itu pasti fans loyal karena apapun yang BK nyanyikan, mereka dengan semangat ikut nyanyi dan bertepuk tangan. yang paling asyik pas lagu terakhir, lagu sakit jiwa, fiki, sang vokalis baru berteriak pada penonton untuk membagi barisan jadi dua agar ditengah-tengah ada tempat buat mereka moshing dan pogo. penonton nurut. edan, emang jadi arena moshing yang asyik!
yah, temen gw bilang acara di sabuga cukup ramai, tapi gw akan bilang juga kalo kepergian gw akhirnya nonton BK juga tetep sesuatu yang menyenangkan. melihat antusiasme penonton, melihat performance yang baru dari BK, mengalami kembali situasi-situasi backstage dimana sesudah konser bersalaman dan berpelukan antar teman, fans dan kru karena tugas sudah selesai.
obrolan terakhir bareng temen gw di motor pas pulang sekitar jam setengah dua belas, adalah masalah vokalis. temen gw bilang kalo fiki si vokalis baru masih berusaha keras meniru gaya ivan, padahal menurut dia lebih baik fiki punya gaya dia sendiri. tapi ya menurut gw sih, akan susah sekali bagi orang baru menggantikan ivan vokalis yang sudah sangat identik dengan BK. mungkin buat dia juga jadi beban tersendiri dan akhirnya dia berusaha menjadi apa yang sudah terbangun oleh ivan. tenang aja, gw bilang sama temen gw, ntar juga kalo udah manggung 300kali mungkin dia ketemu gaya dia sendiri. it takes time.

Friday, June 08, 2007

: bencana :

i could have seen for miles and miles
i could have made you feel alive
i could have placed us in exile
i could have shown you how too cry

your love alone is not enough
your love alone is not enough - manic street preachers

bencana ? iya, bencana karena manic street preachers dan smashing pumpkins akan manggung bareng. bencana karena keduanya adalah band yang sangat ingin gw tonton secara live. bencana karena keduanya kayaknya ngga' akan pernah dateng ke indonesia. bencana karena mereka manggung di yunani.
berikut info dari nicky wire, dari buletin di myspace gw. [thanks to my space, serasa dapet info pribadi dari band-nya langsung].

It is our pleasure to announce a new tour date for Athens, Greece!

August 29th 2007
THE SMASHING PUMPKINS
Manic Street Preachers
Kasabian
+ opening act

Venue: Terra Vibe Park http://www.terravibe.gr/

Tickets will be on sale Wednesday June 6th

Online sales:
TICKETPRO
www.ticketpro.gr

arrrggh. ada yang mau membiayai gw untuk menonton idola manggung ? :p

Wednesday, May 02, 2007

: aduh aduh :

underdogs - manic street preachers

this one’s for the freaks
you’re so beautiful
for all the devotion
written in your soul
this one’s for the freaks
for the lost and weak
for the butterflies and devotees
for the disciples of our destiny

and like the underdogs we are
shining bright but now disappeared
and like the underdogs we are
passing like some fading stars
like some fading stars
this one’s for the freaks
beaten down and lost
the shy and withdrawn
or just out of touch

may you stay like freaks
may you make mistakes
may yr will never break
for underdogs revenge is sweet
revenge is sweet
and like the underdogs we are
shining bright but now disappeared
like the underdogs we are
passing like some fading stars
like some fading stars
this one’s for the freaks
people like you, need to fuck
to fuck people like me
people like you, need to fuck
to fuck people like me
this one’s for the freaks for the lost and weak
this one’s for the freaks


biasanya gw posting bersama sepotong lirik lagu, tapi kali ini karena manic street preachers adalah salah satu band kesukaan gw dan ini adalah lagu baru dari album yang terbaru dan gw baru download dari sini , jadilah gw posting lirik lagunya full.
hell yeah!